Tatkala mendung menegur dan hujan berlenggok getir
Sayup rintih terdengar sendu menjerit seakan darah tak terbalas
Tertindih petaka maut menggerogoti hasrat relung sanubari
Menyisihkan pilu tanda pertumpahan hanya sebatas renungan
Tertindih petaka maut menggerogoti hasrat relung sanubari
Menyisihkan pilu tanda pertumpahan hanya sebatas renungan
Tatkala daun kering luruh dan angin berderup bengis
Sembilu menjelma bisu gemuruh gertakan membuai sirna
Terlintas bayang semu membisik candu penuh bising
Menyayat kembali luka pelik ribuan tahun silam
Sembilu menjelma bisu gemuruh gertakan membuai sirna
Terlintas bayang semu membisik candu penuh bising
Menyayat kembali luka pelik ribuan tahun silam
Tatkala pertiwi digempur dan asa kian terkikis
Terbetik isak lantang meratapi sukma persada
Tusukan dihadiahi cambuk sayat nadi dibalas apatis
Terselap kiprah sang wira berdiri megah di panggung perkasa
Terbetik isak lantang meratapi sukma persada
Tusukan dihadiahi cambuk sayat nadi dibalas apatis
Terselap kiprah sang wira berdiri megah di panggung perkasa
Tatkala jiwa gugur dan nafas berakhir
Terselip suara lirih dari pusara menggemakan harapan
Tertuju pada pundak luhur bersua Pancasila harga mati
Tangis berderu hanyut simpul senyum mengalun rupawan
Tatkala darah tetap berwarna merah dan senja membumi di ufuk barat
Tanah Indonesia nyalar merdeka dan sang wira terlelap dipangkuanNya
Bali, 25 Oktober 2019
Tanah Indonesia nyalar merdeka dan sang wira terlelap dipangkuanNya
Bali, 25 Oktober 2019
Komentar
Posting Komentar