Untukmu, pria yang selalu mondar-mandir dikepalaku, memenuhi otakku, merusak konsentrasiku. Aku tidak tahu harus memulai dari mana karena kisah ini mengalir seadanya. Kisah yang tak tahu berawal dari mana, semua terjadi atas dasar semesta. Tepat dua tahun lalu, aku mengucap kata di atas keraguan namun kini berpijak dengan rasa aman dan nyaman. Ragu untuk mengikat karena luka lama masih terikat. Aku baru sadar, pelangi setelah badai menerjang memang benar adanya karena kehadiranmu. Sekarang sudah pukul 02.20 pagi dan otakku sudah beku namun perasaanku masih berkuasa. Aku menulis cerita ini tanpa basa-basi karena menyentuh bayangmu adalah hal yang mudah untukku. Tidak terasa sudah sampai di titik ini meski dua tahun bersama dalam jarak. Jarak yang tidak kenal lelah menjembatani hati bahkan mengoyak hingga emosi yang berkuasa di atas segalanya. Terima kasih masih bertahan dan tidak menuntut terlalu banyak. Itu saja. Sudah cukup memberi arti. Jika boleh memilih...
Never be afraid to start a journey because life is so tedious if you are stuck in your comfort zone. Find many paths. Be a wanderer.