Jaman sekarang lagi heboh haters yang
beraksi tanpa pandang bulu. Fokus memperhatikan ruang gerak, mengkritik detail
apapun yang kita lakukan, dan akan bahagia jika kita sedang berada dizona
paling menderita. Seluruh kegiatannya terfokus ke kita. Apa yang diinginkan?
Semakin
tinggi suatu pohon semakin kuat angin yang bertiup. Bila kita berada di atas, ramai
orang akan membenci kita. Entah cairan apa yang ada di otak haters
sampai-sampai mau menghabiskan waktu dan tenaganya untuk men-judge orang lain. Ketika haters
meledakkan kata-kata pedas ke orang yang dia benci mereka akan merasa puas dan nyengir-nyengir
sendiri. Untuk apa sih kaya gitu? Untuk sekedar menghibur diri? Masih banyak
ada cara yang lebih halal dan jauh dari dosa untuk mempersenang diri sendiri.
Ketahuilah
ketika haters bergaya dengan aksinya, mencibir, menjelek-jelekan kita. Sadar
gak bahwa dia sebenarnya sedang menjelek-jelekan dirinya sendiri? Hanya saja
prosesnya dalam kemasan yang berbeda. Sah-sah saja jika mengkritik jika
diimbangi dengan karya dan bukti nyata yang positif. Kalau sudah banyak omong
tanpa embel-embel pembuktian bahwa haters lebih baik dari kita. Memalukan,kan?
Aksi haters
tak perlu direaksi. Senyumin aja. Cukup dijadikan acuan untuk menjadi orang yang
lebih lagi. Selain diri sendiri, haters-lah
yang paham dengan kekurangan kita. Tidak perlu merasa down. Disyukuri saja. Didoakan agar cepet sadar dan kembali ke jalan
yang benar. Untuk apa memperdulikan orang-orang yang tidak menghormati privasi
orang lain dan selalu menjatuhkannya melalui cara apapun? Satu-satunya hal yang
lebih menjengkelkan daripada orang yang suka menjelekan oranglain adalah orang
yang cukup bodoh untuk mendengarkan mereka.
Berterima kasihlah kepada para pembencimu. Hargai
dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan
waktunya hanya tuk melihat setiap kesalahanmu. Berkatnya itu semakin membuat
kita sadar bahwa hidup kita jauh lebih menarik dari hidupnya. Didiamkan
mulutnya dengan kesuksesan kita. Biarkan bibir mereka terkunci melihat
keberhasilan kita. Orang bodoh akan slalu melakukan hal yang tidak penting,
sedangkan orang berprestasi akan mengabaikan orang bodoh itu. Teruslah membenci
dan aku akan tetap berkarya. Mari, berjuang!
Komentar
Posting Komentar