Teruntuk yang selalu ada disaat aku benar-benar butuh,
Apa kabar kamu? Apakah kamu kelelahan ketika melewati rentetan tragedi alur yang nyata dalam drama kehidupanmu? Aku bisa menebak rasa lelahmu, karena kantung matamu terlihat jelas. Raut wajahmu yang semakin mengerut berusaha tersenyum menyembunyikan rasa lelahmu. Berjuang mati-matian demi sesosok jiwa anak manusia. Tapi, aku tahu kamu sosok yang kuat dan hebat, wanita super yang selalu ada dihatiku.
Ingat tidak saat kau memberikan perhatian-perhatian kecil yang menjelma menjadi rindu yang menggetarkan hatiku dengan luar biasa. Saat kau memanggilku dengan sebutan lucumu itu. Saat kau dengan rajinnya meminjamkan pundakmu saat kumengeluh dengan keadaan. Ketika pagi, kau menyapaku dengan hangatnya. Ketika siang, kau sekedar mengingatkanku untuk beristirahat. Ketika sore, kau selalu siap mendengar kicauan-kicauan dariku. Ketika malam, suara lembutmu mengantarkanku menuju dunia mimpi. Sungguh, aku berterima kasih dengan hadirnya dirimu. Tingkah lakumu yang lembut tapi tegas sangat mendidik. Aku menyukaimu, mengagumimu, dan mencintaimu selamanya hingga tak berujung.
Kita sering berkhayal dan bermimpi bukan? Khayalan yang membuat kita tertawa lepas, berbagi tawa dan bahagia. Banyak kisah-kisah indah yang tak bisa kuekspresikan. Aku pernah membrontak. Aku sering menggelapkan hari-harimu. Terkadang aku mengabaikanmu demi sejuta kesibukanku. Sesekali aku menghiraukan perhatian kecilmu yang tentu akan menyiksamu. Aku tahu dibalik kekhawatiranmu terselip ribuan makna yang salah satunya agar aku menjadi anak hebat. Hebat disegala bidang seperti kamu. Sesederhana itukah perasaan seorang Ibu?
Aku sudah terlalu banyak menyiksamu, menggubris perhatian kecilmu, dan mengacaukan hari-harimu. Aku hanya bisa mengucap doa. Setiap malam aku menyisipkan namamu ditiap bait doaku. Yang kuinginkan agar kamu selalu bersamaku seberapa nakalnya diriku. Maafkan semua atas tingkah laku kekanak-kanakanku. Sungguh, aku selalu memikirkanmu. Kamu selalu ada di kepalaku. Senyummu terus memenuhi labirin-labirin kosong di hatiku. Bayanganmu rajin mengacaukan sel-sel impuls di otakku. Sungguh, aku menyayangimu...
Komentar
Posting Komentar